Gresik yang dikenal sebagai kota industri, diantaranya industri semen
dan pupuk ternyata kaya akan kuliner yang khas. Berikut akan dibahas
beberapa kuliner khas Gresik.
1. Pudak
dalam. Kulit bagian dalam inilah yang
dimanfaatkan. Setelah dibersihkan dan dipotong-potong sesuai ukuran,
kemudian dilipat dan dijahit dengan alur seperti huruf L tanpa sudut,
sehingga sisi dan dasarnya tertutup dan membentuk ruang seperti gelas.
Setelah adonan dituangkan, ujung kemasan yang terbuka dikuncupkan dan
diikat. Baru dikukusKue pudak merupakan jajanan yang kaya kalori dan mengenyangkan.
Disamping itu kue ini bisa bertahan selama 3 hari, bila
diangin-anginkan. Konon kue ini dibuat sesuai kebutuhan masyarakat
Gresik yang saat itu yang bermata pencaharian sebagai pedagang, yang
cenderung bepergian jauh.
Apabila anda yang ingin mencicipi citarasanya, anda bisa
mendapatkannya saat berkunjung ke kota Gresik. Di komplek wisata
religius seperti Makam Sunan Giri dan Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim,
misalnya. Atau bila anda sempat bisa pula didapatkan di Pasar Kota
Gresik, atau di toko-toko kue khas Gresik di sepanjang Jln. Sindujoyo.
Disana akan lebih banyak jajanan khas Gresik, yang tak akan ditemukan di
kota-kota lain.
Harga sekitar 18.000,- dengan isi 10 buah.
2. Nasi Krawu
Nasi krawu merupakan makanan khas dari daerah Gresik dengan ciri
nasinya yang pulen dan disajikan dengan daun pisang. Lauknya dapat
berupa sayatan daging sapi, semur daging, jeroan sapi, sambal
terasi dan serundeng.
Nasi krawu berisi campuran nasi dan daging sapi dengan kadar minyak
yang termasuk tinggi. Krawu berasal dari kata “krawukan” yang artinya
mengambil nasi atau lauk dengan jari tangan langsung, tanpa alat bantu
sendok atau lainnya. Namun, tidak sedikit yang menyebut bila sebutan
krawu karena ada serundheng yang dibuat dengan camburan lombok. Uniknya,
penjual nasi krawu rata-rata berasal dari Madura. Disebut nasi krawu,
karena ada srundheng warna merah disebut krawu.
Nasi Krawu mudah ditemui dimana saja di daerah Gresik dengan harga rata-rata per porsi adalah Rp. 10.000,-
3. Bungko Kopyor
Makanan ringan terbungkus daun pisang ini terbuat dari camputan roti
bakar, pisang, mutiara, kacang ijio, susu, santan, gula pasir dan
nangka.
Proses pembuatan bungko kopyor ini cukup mudah, yaitu cukup memasak
beberapa bahan yang belum matang yaitu kacang ijo dan mutiara.
Bahan-bahan bungko kopyor yaitu roti tawar dipotong kecil-kecil, pisang
raja juga dipotong kecil-kecil, serta diberi potongan kelapa muda.
Selanjutnya santan, susu, gula pasir dan nangka di rebus sampai
mendidih, setelah dingin, baru semua bahan bungko dibungkus dalam daun
pisang. Kemudian bungko kopyor yang sudah dibungkus daun pisang dimasak
lagi sampai daun pisangnya matang. Sekitar 45 menit untuk memasak bungko
yang sudah dibungkus daun pisang.
Harga berkisar antara 4000 – 5000 rupiah per bungkus.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar